|
|
|
|
| |
|
Pembangunan
Masyarakat Kota
 |
Pembangunan Masyarakat Kota (Urban Community
Development) akan selalu bersentuhan dengan
berbagai permasalahan yang berkaitan dengan
heterogenitas yang menjadi ciri masyarakat
kota. Untuk itu, pengetahuan mengenai efektivitas
peran masyarakat dalam pembangunan kota,
serta dasar-dasar teknik untuk memberdayakan
masyarakat dalam pembangunan kota merupakan
kapasitas yang harus dimiliki oleh aparatur
daerah.
Apabila
hanya menggantungkan harapan kepada buku
ini, maka terlalu banyak permasalahan yang
dihadapi dalam usaha pembangunan masyarakat
kota.
|
|
Namun dengan berbagai keterbatasan yang
ada, penulis mencoba menyajikan pembahasan
yang akan membantu mengatasi permasalahan
pembangunan masyarakat kota tersebut. Pembahasan
ini akan meliputi perencanaan pembangunan
daerah, membangun perekonomian yang produktif,
otonomi daerah, swastanisasi, total quality
management, pembangunan partisipatif, teknik
pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan
kota, serta strategi pembangunan kota.
Diharapkan setelah mempelajari buku ini,
pembaca akan dapat menguasai dengan baik
teori dan praktek pembangunan masyarakat
kota, yang meliputi:
1. Teknik perumusan visi dan misi daerah
dalam rangka penyusunan Renstrada.
2. Perumusan peran pemerintah, swasta, dan
masyarakat dalam usaha membangun perekonomian
yang produktif.
3. Teori otonomi daerah, permasalahan yang
terjadi selama ini dalam implementasi UU
22/99 dan UU 25/99, serta rekomendasi kebijakannya.
4. Kebijakan dalam rangka mengatur dan mengontrol
pelayanan sektor swasta yang berpihak kepada
masyarakat miskin.
5. Pendekatan Total Quality Management yang
menjamin pengembangan lingkungan yang kondusif.
6. Penyusunan langkah-langkah dalam pelembagaan
paradigma pembangunan partisipatif.
7. Penyusunan langkah implementasi pemberdayaan
masyarakat dalam pembangunan kota.
8. Perumusan isu-isu aktual yang sedang
dihadapi oleh kota setidaknya meliputi isu
penanggulangan kemiskinan perkotaan, pemulihan
ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. |
|
| |
Keuangan daerah disadari bukanlah hanya
menyangkut APBD, tetapi juga menyangkut
berbagai hal yang lebih luas yang berkaitan
dengan APBN seperti dana perimbangan, pelaksanaan
dekonsentrasi dan pelaksanaan perbantuan.
Seluruh komponen keuangan daerah dewasa
ini sedang mengalami reformasi. Sebagai
contoh APBN dewasa ini tidak lagi mengenal
sistem anggaran berimbang, tetapi menganut
sistem anggaran defisit. APBD kini tidak
lagi hanya terdiri dari Pendapatan dan Belanja,
tetapi juga termasuk di dalamnya adalah
Pembiayaan. Begitu juga Belanja APBD kini
tidak lagi mengenal istilah Belanja Rutin
dan Belanja Pembangunan, dan masih banyak
lagi perubahan lainnya.
|
|
Berbagai
perubahan tersebut tentu saja harus dapat segera
dipahami dan dikuasai oleh aparat pusat maupun
daerah serta seluruh lapisan masyarakat sebagai
stakeholders dari dinamika pembangunan ini. Pada
moment yang kritis inilah diharapkan buku ini
dapat memberikan sedikit sumbangan kepada bangsa
Indonesia yang sedang melaksanakan reformasi di
segala bidang ini, termasuk di dalamnya reformasi
di bidang desentralisasi fiskal. |
Kamus Istilah
Otonomi Daerah
 |
Apa
yang dimaksud dengan Otonomi Daerah? Apa pula
yang dimaksud dengan Otonomi Luas? Otonomi Nyata?
Otonomi yang bertanggung jawab? Bagaimana caranya
menghitung Dana Alokasi Umum? Berapa besarnya
biaya operasional kepala daerah dalam satu tahun?
Dan seribu satu pertanyaan lainnya yang ingin
diketahui oleh semua orang yang berkepentingan
dengan permasalahan otonomi daerah di Indonesia.
Jawaban dari pertanyaan yang harus diperoleh dengan
tepat dan akurat itu tentu saja akan sulit didapatkan
dengan cepat, karena harus membongkar dulu berbagai
perundang-undangan, peraturan pemerintah, keputusan
presiden, dan lain sebagainya. Penyusunan kamus
istilah inipun bersumber dari berbagai perundang-undangan
tersebut, |
|
terutama yang berkaitan dengan desentralisasi
dan otonomi daerah. Melalui usaha untuk menghadirkan
kamus istilah ini di tengah-tengah masyarakat
yang sedang melaksanakan tahapan paling awal dalam
proses desentralisasi di tanah air ini, diharapkan
kehadirannya dapat membantu masyarakat dalam memperoleh
jawaban dari berbagai pertanyaan mengenai istilah-istilah
desentralisasi dan otonomi daerah secara cepat,
tepat, dan akurat. |

Panduan
Lengkap Otonomi Daerah
|
Begitu
banyaknya perundang-undangan dan peraturan pemerintah
yang mesti dipahami dalam waktu yang sedemikian
singkat merupakan kendala tersendiri dalam memahami
proses desentralisasi di Indonesia. Karena itu,
panduan lengkap tentang pelaksanaan Otonomi Daerah
merupakan suatu kebutuhan yang mendesak bagi semua
pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah.
Buku Panduan Lengkap Otonomi Daerah ini berusaha
untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut
dengan cara merangkai kembali berbagai perundang-undangan
dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan
proses Desentralisasi ke dalam suatu alur pikir
yang sederhana dan jauh dari kompleksitas serta
mencakup semua aspek penting dalam pelaksanaan
Otonomi Daerah yakni: |
|
kewenangan,
kelembagaan, kepegawaian, keuangan daerah, pajak
dan retribusi daerah, dan hubungan internasional.
|
Kamus
Istilah
Otonomi Daerah
|
Apa
yang dimaksud dengan Otonomi Daerah? Apa pula
yang dimaksud dengan Otonomi Luas? Otonomi Nyata?
Otonomi yang bertanggung jawab? Bagaimana caranya
menghitung Dana Alokasi Umum? Berapa besarnya
biaya operasional kepala daerah dalam satu tahun?
Dan seribu satu pertanyaan lainnya yang ingin
diketahui oleh semua orang yang berkepentingan
dengan permasalahan otonomi daerah di Indonesia.
Jawaban dari pertanyaan yang harus diperoleh dengan
tepat dan akurat itu tentu saja akan sulit didapatkan
dengan cepat, karena harus membongkar dulu berbagai
perundang-undangan, peraturan pemerintah, keputusan
presiden, dan lain sebagainya. |
Penyusunan
kamus istilah inipun bersumber dari berbagai perundang-undangan
tersebut, terutama yang berkaitan dengan desentralisasi
dan otonomi daerah. Melalui usaha untuk menghadirkan
kamus istilah ini di tengah-tengah masyarakat
yang sedang melaksanakan tahapan paling awal dalam
proses desentralisasi di tanah air ini, diharapkan
kehadirannya dapat membantu masyarakat dalam memperoleh
jawaban dari berbagai pertanyaan mengenai istilah-istilah
desentralisasi dan otonomi daerah secara cepat,
tepat, dan akurat. |

Otonomi
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
|
Otonomi
Daerah, yang pada prinsipnya adalah aplikasi dari
konsep desentralisasi, kini tidak lagi sekedar
menjadi wacana yang menarik, tetapi sudah menjadi
tekad Bangsa kita untuk mewujudkannya. Tetapi,
ada kendala yang amat nyata dalam pelaksanaannya,
karena tidak ada kesamaan persepsi dalam memandang
proses desentralisasi itu sendiri. Sebabnya adalah
karena begitu banyak perundang-undangan dan peraturan
pemerintah yang mesti dipahami dalam waktu yang
sedemikian singkat. Persis pada titik inilah letak
kelebihan buku ini, karena mampu merangkai kembali
berbagai perundang-undangan dan peraturan pemerintah
|
yang
berkaitan dengan proses desentralisasi ke dalam
suatu alur pikir yang sederhana dan jauh dari
kompleksitas. Lebih dari itu, buku ini memaparkan
proses desentralisasi di Indonesia secara lebih
komprehensif, karena disajikan secara menyeluruh,
mulai dari aspek pemerintahan daerah, DPRD, kepegawaian,
keuangan, pemilihan umum, perusahaan daerah, pajak,
hingga penyelenggaraan negara yang bebas KKN |
|
|
|